Kuningan – Upaya peningkatan literasi kebencanaan di Kabupaten Kuningan kembali diperkuat melalui kerja sama antara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan dan Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung. BPBD Kuningan dijadwalkan hadir sebagai narasumber dalam kegiatan “Penyuluhan Upaya Pencegahan Risiko Bencana Banjir” yang digelar pada Minggu, 30 November 2025, di Balai Desa Babakanjati, Kecamatan Cigandamekar.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Praktikum Komunitas mahasiswa Poltekesos Bandung yang dilaksanakan di Desa Babakanjati. Undangan resmi dengan nomor 005/03/Prak Komunitas-Poltekesos/11/2025 tertanggal 19 November 2025 tersebut ditujukan kepada Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Kuningan, Yayan Indrayana, S.IP., untuk mengisi materi penyuluhan yang ditujukan bagi masyarakat setempat.
Meningkatkan Kapasitas Warga Hadapi Risiko Banjir
Dalam surat undangan yang ditandatangani oleh mahasiswa pelaksana praktikum, Muhammad Ahsan Irham, kegiatan ini ditujukan untuk memperluas pemahaman masyarakat tentang ancaman banjir yang kerap melanda beberapa wilayah di Kecamatan Cigandamekar. Program tersebut menjadi tindak lanjut dari hasil observasi lapangan mahasiswa, yang mencatat bahwa sebagian warga belum memiliki informasi memadai terkait langkah mitigasi dan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana.
Poltekesos Bandung menilai, edukasi kebencanaan tidak hanya menjadi ranah pemerintah semata, tetapi juga perlu melibatkan institusi pendidikan, akademisi, hingga komunitas lokal. Keterlibatan BPBD Kuningan sebagai narasumber menjadi penting karena lembaga tersebut memiliki data, pengalaman, serta rekam jejak penanganan bencana yang relevan.
Agenda Kegiatan dan Materi Penyuluhan
Penyuluhan berlangsung mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai dengan melibatkan perangkat desa, tokoh masyarakat, dan warga Desa Babakanjati. Materi yang disampaikan mencakup:
- Pengenalan Risiko dan Kerentanan Banjir
BPBD akan memaparkan karakteristik wilayah, potensi aliran air, hingga faktor pemicu banjir seperti curah hujan ekstrem, penyempitan aliran sungai, dan tata guna lahan.
- Upaya Mitigasi Struktural dan Non-Struktural
Masyarakat akan diberikan pemahaman tentang langkah mitigasi yang bisa dilakukan, mulai dari pembersihan saluran air, penanaman vegetasi, hingga penyusunan jalur evakuasi dan rencana kontinjensi desa.
- Peningkatan Kesiapsiagaan Masyarakat
Materi akan menekankan pentingnya membangun budaya siap siaga, seperti membuat tas siaga bencana, memahami tanda-tanda peringatan dini, dan membentuk kader relawan desa.
- Praktik Baik Penanganan Banjir di Kuningan
BPBD berbagi studi kasus penanganan banjir di wilayah lain sebagai pembelajaran bagi masyarakat Babakanjati.
- Mekanisme Pelaporan dan Tindak Cepat
Warga akan diberi gambaran alur pelaporan kejadian bencana dan bagaimana BPBD merespons secara cepat melalui Pusdalops-PB.
Kolaborasi Pemerintah, Akademisi, dan Masyarakat
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kuningan menyambut baik undangan ini sebagai bagian dari komitmen lembaga dalam memperkuat ketahanan masyarakat desa. Menurutnya, kegiatan seperti ini menjadi salah satu pilar penting dalam pengurangan risiko bencana berbasis komunitas.
Sejalan dengan semangat Build Back Better dan community resilience, kerja sama lintas sektor seperti yang dilakukan Poltekesos Bandung dianggap mampu memperkaya perspektif edukasi publik—menggabungkan pendekatan akademis dan pengalaman praktis dari BPBD.
Dampak di Tingkat Desa
Desa Babakanjati dipilih sebagai lokasi praktik sekaligus sasaran kegiatan karena wilayah ini memiliki beberapa titik kerentanan banjir musiman. Dengan adanya penyuluhan ini, mahasiswa berharap warga dapat memahami:
- Cara mengenali tanda-tanda awal potensi banjir
- Langkah penyelamatan diri dan keluarga
- Upaya jangka panjang untuk mengurangi bahaya banjir
- Pentingnya koordinasi dengan perangkat desa dan BPBD
Kegiatan ini pun menjadi momentum penting bagi desa dalam membangun rencana mitigasi yang lebih terstruktur, melibatkan pemuda, tokoh masyarakat, hingga lembaga desa.
Harapan Penyelenggara
Dalam surat undangan, mahasiswa Poltekesos menyampaikan harapan agar BPBD Kuningan dapat memberikan kontribusi berupa materi, pengetahuan praktis, serta pengalaman lapangan terkait strategi mitigasi dan penanggulangan banjir.
Kerja sama ini juga diharapkan dapat menjadi model edukasi kebencanaan yang dapat diterapkan di desa-desa lain di Kabupaten Kuningan.
Komitmen BPBD Kuningan untuk Pengurangan Risiko Bencana
BPBD Kuningan terus menyatakan komitmennya untuk hadir dalam berbagai kegiatan edukasi masyarakat, terutama yang berkaitan dengan risiko bencana hidrometeorologi. Penyuluhan seperti ini dinilai penting sebagai langkah preventif guna mengurangi dampak bencana dan membangun budaya sadar bencana sejak dini.
Dengan sinergi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat, pengurangan risiko bencana di Kabupaten Kuningan diharapkan dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.



