KUNINGAN – Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur wilayah Kecamatan Hantara pada Minggu Sore, 23 November 2025, memicu terjadinya pergerakan tanah di Dusun Pahing, Desa Bunigeulis. Insiden yang berlangsung sekitar pukul 17.00 WIB tersebut menyebabkan kerusakan pada 1 (satu) unit rumah warga, meski tidak menimbulkan korban jiwa.
Menurut laporan kaji cepat BPBD Kuningan, informasi terkait kejadian ini baru diterima sekitar pukul 20.04 WIB, sebelum kemudian ditindaklanjuti oleh Tim Assessment pada hari Senin, 24 November 2025. Insiden ini menambah daftar ancaman geologi yang perlu diwaspadai masyarakat, terutama di wilayah rawan gerakan tanah.
Dampak Kerusakan: Pondasi Rumah Mengalami Pergeseran
Kerusakan dialami oleh rumah milik Bapak Atani (67 tahun) yang dihuni oleh satu keluarga berjumlah empat jiwa. Tidak hanya pondasi, beberapa bagian struktur bangunan lain juga mengalami keretakan signifikan, termasuk:
- Dapur
- Kamar mandi
- Ruang tamu
- Teras depan berlapis keramik
Seluruh retakan memanjang hingga mencapai 12 meter dengan celah mencapai 7 cm, menandakan tekanan pergerakan tanah yang cukup kuat.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Penghuni rumah pun masih bertahan dan memilih untuk tidak mengungsi setelah dipastikan kondisi bangunan masih bisa ditempati dengan kewaspadaan tinggi.
Kronologis: Hujan Berjam-Jam Memicu Pergeseran Tanah
Hasil assessment mencatat bahwa hujan yang berlangsung mulai pukul 14.00 hingga 21.30 WIB menjadi pemicu utama terjadinya pergerakan tanah. Intensitas curah hujan yang cukup tinggi membuat tanah pada pondasi rumah mengalami penurunan dan akhirnya bergeser. Fenomena serupa sering terjadi pada kawasan dengan kontur tanah labil dan kemiringan tertentu, terutama pada musim penghujan.
Respons Cepat BPBD dan Aparat Setempat
Begitu menerima laporan, BPBD Kabupaten Kuningan segera berkoordinasi dengan aparat desa, kecamatan, serta unsur TNI dan Polri untuk melakukan peninjauan. Tim Assessment BPBD langsung diterjunkan untuk memetakan dampak kerusakan, menilai tingkat risiko lanjutan, serta memberikan imbauan keselamatan kepada warga sekitar.
BPBD juga mengingatkan masyarakat agar:
- Tetap waspada terhadap tanda-tanda pergerakan tanah susulan,
- Menghindari area retakan yang berpotensi semakin melebar,
- Melaporkan segera jika menemukan perubahan bentuk tanah, kemiringan bangunan, atau munculnya retakan baru.
Material bangunan menjadi bagian dari kebutuhan mendesak untuk memperbaiki bagian pondasi dan struktur yang terdampak.
Kondisi Mutakhir: Cuaca Berawan, Warga Tetap Bertahan di Rumah
Hingga laporan terbaru, kondisi cuaca di lokasi terpantau berawan. Tidak ada peningkatan aktivitas gerakan tanah pada hari setelah kejadian. Pemilik rumah juga masih menempati bangunan tersebut sambil terus memantau perkembangan kondisi tanah. Untuk langkah selanjutnya, BPBD akan berkoordinasi lebih lanjut dengan perangkat desa, kecamatan, serta instansi terkait guna menyiapkan upaya mitigasi lanjutan.
Upaya Ke Depan: Penguatan Mitigasi di Desa-Desa Rawan Gerakan Tanah
BPBD Kuningan menegaskan bahwa peristiwa di Desa Bunigeulis menjadi pengingat penting mengenai potensi ancaman hidrometeorologi di wilayah Kabupaten Kuningan. Musim penghujan yang baru dimulai meningkatkan risiko tanah longsor dan pergerakan tanah di berbagai titik rawan.
Ke depan, BPBD memastikan:
- Peningkatan kegiatan edukasi dan mitigasi hingga tingkat desa,
- Pemantauan rutin di wilayah rawan gerakan tanah,
- Kesiapan personel Pusdalops dalam menerima dan menindaklanjuti laporan masyarakat,
- Penguatan kolaborasi dengan pemerintah desa dan lembaga terkait dalam upaya penanganan cepat.



