KUNINGAN – Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur wilayah Kecamatan Kramatmulya pada Senin (17/11/2025) menyebabkan luapan air dari gorong-gorong yang berujung pada genangan/banjir di akses jalan nasional depan Masjid Besar An-Nur. Bencana terjadi sekitar pukul 12.00 WIB, tepatnya di Dusun Puhun RT 012 RW 002, Desa Kalapagunung.
Menurut laporan resmi BPBD Kuningan, luapan air terjadi akibat gorong-gorong dari arah barat ke timur yang tersumbat, sehingga air melimpas ke badan jalan. Kondisi ini sempat mengganggu arus lalu lintas di jalur vital penghubung Kuningan–Cirebon. Kendaraan roda dua dan roda empat masih bisa melintas.
Dampak dan Kondisi di Lapangan
Beruntung, tidak ditemukan adanya korban jiwa dalam kejadian ini. Namun sejumlah dampak tercatat, antara lain:
- Genangan air menutup sebagian badan jalan nasional, membuat akses transportasi tersendat.
- Kerusakan pada gorong-gorong, dengan kondisi amblas sepanjang 4 meter dan kedalaman sekitar 60 cm.
Selain merendam jalan, genangan juga menimbulkan risiko bagi pengguna jalan karena tingginya volume air yang datang secara tiba-tiba akibat hujan yang berlangsung sejak pukul 11.00 hingga 13.30 WIB.
Respons Cepat BPBD
Tim Assessment BPBD Kabupaten Kuningan segera diterjunkan tak lama setelah laporan masuk pada pukul 13.00 WIB.
Upaya penanganan darurat meliputi:
- Penyedotan air menggunakan water pump.
- Pengaturan arus lalu lintas selama proses penanganan.
- Identifikasi kerusakan gorong-gorong untuk rencana perbaikan lanjutan.
Berkat kerja cepat di lapangan, genangan air yang menutup bahu dan badan jalan berhasil diatasi. Sekitar pukul 15.25 WIB, akses jalan kembali normal dan dapat dilalui kendaraan secara penuh.
Kebutuhan Darurat dan Langkah Lanjutan
BPBD Kuningan mencatat bahwa kebutuhan mendesak pascainsiden mencakup peralatan penanganan tambahan seperti water pump dan perbaikan gorong-gorong yang mengalami amblas. Hal ini menjadi prioritas agar kejadian serupa tidak terulang, terutama saat intensitas hujan meningkat di musim penghujan.
BPBD juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di sekitar jalur rawan genangan air dan kawasan dengan drainase terbatas. Langkah koordinasi lanjutan dengan pihak desa serta instansi terkait terus dilakukan untuk upaya mitigasi jangka panjang.
Penutup
Peristiwa banjir di Desa Kalapagunung menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan di tengah dinamika cuaca ekstrem. Respons cepat BPBD Kuningan dan sinergi seluruh unsur lapangan kembali membuktikan bahwa penanganan yang terukur dan kolaboratif mampu meminimalisir dampak yang lebih besar.
Dokumentasi Penanganan



