KUNINGAN — Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Kuningan pada 10–11 November 2025 menyebabkan dua peristiwa bencana alam di lokasi berbeda, yakni Musibah Sambaran Petir di Desa Citapen, Kecamatan Japara, dan Tanah Longsor di Desa Ciherang, Kecamatan Kadugede.
⚡ Sambaran Petir di Desa Citapen, Kecamatan Japara BPBD Kabupaten Kuningan segera menurunkan tim assessment untuk melakukan pendataan, penanganan darurat, serta menyalurkan bantuan logistik.
Peristiwa sambaran petir terjadi pada Senin malam (10/11/2025) pukul 21.00 WIB di Dusun Cidadali RT 004 RW 001, Desa Citapen.
Akibatnya, satu rumah warga milik Bpk. Roni (60 tahun) ambruk pada bagian atap dan dinding, sementara satu rumah lainnya milik Bpk. Roheli (55 tahun) mengalami kerusakan ringan.
Satu warga, Dela (20 tahun), mengalami luka ringan berupa memar dan lecet setelah tertimpa material bangunan.
Kerugian material meliputi:
- 🧱 Dinding dan atap rumah Bpk. Roni ambruk berukuran 12 m x 4 m.
- 🏚️ Atap dan plafon rumah Bpk. Roheli rusak berukuran 5 m x 2 m.
BPBD Kuningan menyalurkan logistik darurat kepada keluarga terdampak.
Cuaca di lokasi terpantau berawan, dan warga diimbau tetap waspada terhadap potensi petir susulan di tengah musim hujan.
“Kami mengingatkan masyarakat untuk tidak berteduh di bawah pohon, menonaktifkan alat elektronik saat hujan disertai petir, dan memastikan instalasi listrik rumah dalam kondisi aman,” ungkap Tim Pusdalops BPBD Kuningan dalam laporannya.
🏔️ Tanah Longsor di Desa Ciherang, Kecamatan Kadugede
Sementara itu, tanah longsor terjadi pada Selasa malam (11/11/2025) sekitar pukul 22.00 WIB di Dusun Wage RT 013 dan RT 014, Desa Ciherang.
Hujan deras mengakibatkan TPT (Tempat Penahan Tanah) di dua titik mengalami longsor.
Dampak longsor antara lain:
- 🏠 TPT halaman rumah milik Bpk. Iwan (39 tahun) longsor sepanjang 10 meter dengan tinggi 3 meter, menutup akses jalan dusun setinggi ±1 meter.
- 🏚️ TPT dapur non permanen milik Bpk. Yendi juga mengalami longsor berukuran 4 meter x 2 meter x 1 meter.
Meski tidak ada korban jiwa, kerugian material cukup signifikan, terutama pada struktur penahan tanah dan akses jalan lingkungan.
BPBD Kabupaten Kuningan segera menurunkan tim assessment untuk melakukan pendataan, dan menyalurkan bantuan logistik.
Cuaca di sekitar lokasi kini cerah berawan, dan kegiatan pembersihan masih terus dilakukan hingga situasi dinyatakan aman.
“BPBD terus memantau perkembangan dan mengingatkan warga di wilayah lereng dan perbukitan untuk meningkatkan kewaspadaan saat curah hujan tinggi,” jelas Tim Assessment BPBD Kuningan.
⚠️ BPBD Kuningan Himbau Waspada Cuaca Ekstrem
Dua kejadian ini menjadi peringatan penting bahwa potensi bencana hidrometeorologi seperti petir, banjir, dan longsor masih tinggi di Kabupaten Kuningan.
BPBD Kuningan mengimbau seluruh masyarakat untuk:
- 🌧️ Waspada aktivitas di luar ruangan saat hujan lebat disertai petir.
- 🏞️ Menghindari area tebing atau lereng yang labil.
- 📞 Segera melapor ke BPBD atau aparat desa jika terjadi tanda-tanda bencana.



